Menjelang Mudik Lebaran 2025, Ini Titik Rawan Macet di Magelang dan Sekitarnya

Mudik Lebaran, Magelang Lebaran, Magelang titik padat, Magelang Kemacetan Lebaran
Menjelang Mudik Lebaran 2025, Ini Titik Rawan Macet di Magelang dan Sekitarnya - www.lpktrankonmasi.id

lpktrankonmasi.id, Magelang - Jum'at (21/03/2025) Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, arus lalu lintas di Kabupaten Magelang dan sekitarnya diprediksi mengalami peningkatan signifikan.

Beberapa titik rawan kemacetan telah diidentifikasi oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk diantisipasi guna menjaga kelancaran arus mudik.

Titik-titik Rawan Kemacetan:

  1. Simpang Besar Artos (Mertoyudan)
    Menjadi pertemuan arus kendaraan dari Yogyakarta, Semarang, Purworejo, dan Kota Magelang, sehingga rawan terjadi kepadatan lalu lintas terutama pada sore hingga malam hari.

  2. Perbatasan Salam - Tempel
    Lampu merah di perempatan Tempel sering menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama bagi pemudik yang menuju Magelang dari arah Yogyakarta.

  3. Muntilan (Jalan Pemuda)
    Aktivitas perdagangan dan banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan memicu kemacetan, terutama saat puncak arus mudik dan balik.

  4. Simpang Pal Bapang
    Titik pertemuan kendaraan dari beberapa jalur yang menyebabkan perlambatan arus, terutama saat volume kendaraan meningkat.

  5. Secang (Payaman)
    Penyempitan jalan dari empat menjadi dua lajur menyebabkan kemacetan. Selain itu, area ziarah di Payaman juga meningkatkan volume kendaraan.

  6. Pasar Krasak (Salaman)
    Aktivitas pasar tumpah dan kendaraan yang melintas menuju Purworejo menambah potensi kemacetan.

  7. Kawasan Wisata Candi Borobudur dan Ketep Pass
    Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran membuat jalan menuju tempat wisata ini mengalami kepadatan, terutama pada pagi dan sore hari.

Upaya Antisipasi Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk mengurai kemacetan, antara lain:

  • Penerapan sistem contra flow di beberapa titik jika diperlukan.

  • Pengalihan arus lalu lintas pada jam-jam sibuk.

  • Pendirian pos pengamanan dan pemantauan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.

  • Koordinasi dengan pengelola tempat wisata untuk mengatur parkir dan keluar-masuk kendaraan.

Masyarakat dan pemudik diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan jalur alternatif jika memungkinkan, serta selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas melalui media sosial resmi kepolisian dan Dinas Perhubungan Magelang.

Penulis  : Hilman Dani Aufar
Editor     : Hilman

Bagikan

Previous
Next Post »
Give us your opinion

Jangan lupa kebijaksanaan anda dalam berkomentar