47 Kepala Daerah Belum Hadir di Retreat Akmil Magelang, Kemendagri Tunggu Kepastian (illustrasi by lpktrankonmasi)- www.lpktrankonmasi.id

lpktrankonmasi.id, Magelang - Sabtu, (22/02/2025) Sebanyak 47 kepala daerah belum hadir dalam acara Retreat yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang hingga Jumat (21/2/2025) sore.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, mengungkapkan bahwa para kepala daerah tersebut belum memberikan surat izin ataupun kabar terkait ketidakhadiran mereka.
Menanggapi hal ini, Bima menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menunggu kehadiran mereka hingga Jumat malam dan Sabtu (22/2/2025).
“Panitia akan terus menghubungi mereka dan meminta kejelasan apakah akan datang atau tidak,” ujar Bima.
Untuk memastikan seluruh materi dalam Retreat ini tetap dapat diterima oleh pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan kebijakan bahwa jika kepala daerah tidak dapat hadir, maka mereka wajib mengirimkan wakilnya. Jika wakilnya juga berhalangan, maka sekretaris daerah (Sekda) harus menggantikannya.
Bima Arya menegaskan bahwa acara Retreat ini memiliki peran penting karena membahas sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh sebab itu, jika hingga hari terakhir masih ada kepala daerah yang belum hadir, mereka diwajibkan mengikuti Retreat pada gelombang berikutnya.
Ketika ditanya apakah 47 kepala daerah yang belum hadir berasal dari partai politik tertentu, khususnya PDI Perjuangan, Bima menyatakan bahwa ia belum dapat memastikan. Menurutnya, data yang diterima Kemendagri saat ini hanya mencatat jumlah kehadiran kepala daerah tanpa mengelompokkan berdasarkan latar belakang politik.
Selain itu, terdapat 10 kepala daerah yang datang terlambat setelah sesi penyambutan selesai. Sebagian besar dari mereka berasal dari Papua, dengan alasan keterlambatan penerbangan serta jarak perjalanan yang cukup jauh.
“Mereka masih akan kami terima dengan tangan terbuka, dengan kekeluargaan, penuh keakraban. Tapi tidak disambut dengan drumband dan pengalungan bunga,” kata Bima.
Kemendagri menerima surat izin dari enam kepala daerah yang tidak dapat menghadiri Retreat. Dari jumlah tersebut, lima orang absen karena alasan kesehatan, sementara satu kepala daerah berhalangan karena menghadiri acara pernikahan. Kemendagri meminta agar mereka tetap mengirimkan perwakilan untuk menghadiri acara tersebut.
Dengan demikian, hingga Jumat (21/2/2025), sebanyak 450 dari 503 kepala daerah yang dijadwalkan telah mengikuti Retreat ini.
Penulis : Hilman Dani Aufar |
Editor : Hilman |